Analis perkirakan penguatan IHSG pekan depan masih ditopang isu eksternal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,38{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level 6.448 pada perdagangan hari ini ini, Jumat (18/1). Senada, selama sepekan terakhir IHSG juga menguat 1,36{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Analis Phintacro Sekuritas Valdy kurniawan mengatakan, menguatnya IHSG selama sepekan terakhir disebabkan faktor eksternal yang cukup dominan, seperti kelanjutan negosiasi dagang antara Ameria Serikat (AS) dengan Tiongkok dan rencana pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan stimulus ekonomi melalui peningkatan belanja fiskal dan pemangkasan pajak.

“Kalau dari dalam negeri, pertumbuhan kredit sektor perbankan di Indonesia yang mencapai 12,9{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} secara year on year (yoy) dan keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan 6{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} mendorong penguatan saham bank terutama bank berkapitalisasi besar,” jelasnya.

Dia memprediksi IHSG pada pekan depan masih positif dan bertengger dilevel 6.360 – 6.500. Pertimbangannya, jika negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok hasilnya positif, selain itu nilai net buy Investor asing diawal tahun ini mencapai Rp 10 triliun, turut mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan.

Selanjutnya, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji memprediksi, IHSG pekan depan masih akan positif dilevel 6.300. – 6.500.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan menurutnya adalah data Gross Domestic Product (GDP) yang dirilis di Tiongkok, “ini akan menjadi parameter dan optimisme bagi pelaku pasar global jika hasilnya positif, karena kinerja mereka sedang terhambat akibat dari perang dagang,” katanya.

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan