Analis prediksi kenaikan harga saham ANTM dan INCO sementara

KONTAN.CO.ID РJAKARTA.  Saham produsen nikel yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sukses menghijau sepanjang 2019. Sayangnya, momentum tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.

Mengutip Bloomberg, harga nikel kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME), Rabu (16/1) menyentuh level US$ 11.750 per ton atau naik 2,45{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Bahkan dalam sepekan harga nikel melonjak 4,38{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Sedangkan untuk saham INCO tercatat sudah mengat 11,66{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} sepanjang 2019, diikuti dengan penguatan saham ANTM sebanyak 10,46{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Dengan begitu, saham INCO ditutup pada harga Rp 3.640 dan ANTM ditutup di harga Rp 845.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, secara umum kenaikan harga nikel akan mendorong saham kedua emiten tersebut menguat. Hanya saja, menurutnya sentimen penguatan harga tersebut berlaku sementara, dan cenderung technical rebound.

Apalagi, saham saham tambang dinilai masih memiliki tren negatif. Pergerakan saham saham tersebut, sesekali akan menguat karena adanya berita baru, maupun penguatan harga komoditas.

“Jadi, kalau tahun ini saya kira outlooknya masih negatif. Hanya saja, masih tetap bisa ditransaksikan untuk jangka pendek atau trading,” kata William kepada Kontan, Kamis (17/1).

Bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga nikel tersebut, bisa trading dan membeli saat harga berada di level terendah atau buy on weaknes. Dengan syarat, investor perlu terus mengikuti perkembangan harga komoditas. “Target harganya, untuk ANTM Rp 900 dan INCO Rp 3.800,” tandasnya.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan