Barclays memangkas prediksi harga minyak tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak naik tipis menjelang akhir pekan. Jumat (25/1) pukul 7.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 53,20 per barel, naik tipis dari harga kemarin pada US$ 53,13 per barel.

Kemarin, harga minyak WTI menguat 0,97{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke US$ 53,13 per barel dari sebelumnya US$ 52,62 per barel. Pergerakan ini berkebalikan dengan minyak brent yang terkoreksi. Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2019 di ICE Future justru turun tipis ke US$ 61,09 per barel dari sebelumnya US$ 61,14 per barel.

Dua broker komoditas minyak terbesar duan, Glencore dan Mercuria Energy Group memperkirakan volatilitas harga minyak akan lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan karena kekhawatiran pasokan dari dua anggota OPEC, yakni Venezuela dan Iran.

“Saya memperkirakan volatilitas tinggi karena Venezuela. Ada spekulasi potensi sanksi Amerika Serikat (AS) yang bisa memengaruhi pasokan,” kata Marco Dunand, CEO Mercuria kepada Reuters. Dia mengatakan, jika ditambahkan dengan ketidakpastian pelonggaran sanksi Iran, volatilitas akan makin tinggi.

Dunand memperkirakan, harga minyak akan diperdagangkan di atas US$ 60 per barel. Dia menambahkan, OPEC kemungkinan akan berusaha menahan harga agar tidak lebih dari US$ 80 per barel. “OPEC berusaha menahan harga di rentang sempit yang menguntungkan produsen dan konsumen,” kata dia.

Sementara Barclays kemarin memangkas prediksi harga minyak brent untuk tahun ini. Barclays mengungkapkan, produksi AS yang besar akan menutupi disrupsi pasokan jangka pendek Venezuela akibat sanksi AS.

Barclays memperkirakan harga minyak brent akan berada di US$ 70 per barel, turun dari prediksi sebelumnya US$ 72 per barel. Untuk kuartal pertama, Barclays memperkirakan harga minyak akan berada di US$ 65 per barel, turun dari prediksi sebelumnya pada US$ 71 per barel. Bank ini pun memangkas prediksi harga kuartal kedua dari US$ 75 per barel menjadi US$ 73 per barel.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan