Bogasari siapkan dana Rp 530 miliar untuk membangun pabrik baru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bogasari berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi tepung terigunya ke depan. Divisi tepung PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini berencana untuk mendirikan dua pabrik baru di Cibitung pada 2019. Untuk pembangunan dua pabrik ini, INDF menyiapkan dana senilai Rp 530 miliar. Tujuannya untuk meningkatkan produksi dan penjualan Bogasari.

Direktur INDF Franciscus Welirang menjelaskan bahwa pembangunan pabrik akan mulai dikerjakan pada semester I tahun ini. “Ditargetkan selesainya pada tahun 2020,” kata Franky kepada kontan.co.id, Kamis (17/1).

Menurut catatan Kontan.co.id, hingga saat ini Bogasari tercatat memiliki dua pabrik. Yang terbesar ada di Jakarta dengan kapasitas penggilingan gandum 10.450 ton per hari. Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 30 hektare (ha) dan dilengkapi dengan 140 silo penyimpanan.

Sementara, di Surabaya, kapasitas produksinya sebesar 6.000 ton per hari. Luas lahannya sebesar 13 ha dengan 84 silo penyimpanan. Sehingga, total kapasitas produksinya saat ini sebesar 16.450 ton per hari.

Sementara untuk dua pabrik baru yang bakal dibangun tersebut memiliki kapasitas sekitar 150.000 ton per tahun. Dengan adanya tambahan kapasitas dari pabrik baru di Cibitung tersebut, maka kapasitas produksi Bogasari bertambah menjadi lebih dari 18.000 ton per hari.

Saat ini kapasitas produksi penggilingan gandum dari pabrik yang berada di Jakarta dan Surabaya sebesar 800 ton per hari. Franky pun mengatakan bahwa di akhir tahun 2019 ini, Bogasari menargetkan produksi penggilingan gandum naik 1.200 ton per hari.

Sementara untuk tahun 2020, lanjut Franky, setelah pabrik di Cibitung selesai, maka target produksinya akan menjadi 1.500 ton per hari. “Nah itu untuk perhitungan sesuai gilling gandum. Sementara untuk jadi terigu dikalikan saja dengan 0,765{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6},” tambah dia.

Namun sayangnya untuk target penjualan tepung Bogasari di 2019 ini, ia belum bisa memberikan penjelasan. “Wah saya tidak ingat, nanti kalau sudah selesai laporan audit akan saya infokan,” tandasnya.

Asal tahu saja, dalam laporan keuangan INDF per September 2018, pendapatan segmen Bogasari mencapai Rp 15,39 triliun, naik 9,22{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari posisi Rp 14,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun per kuartal ketiga 2018, komposisi penjualan tepung Bogasari bagi total penjualan INDF mencapai 28,11{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} pada September 2018. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan dengan per September 2017 yang masih 22,83{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Bogasari membukukan laba usaha senilai Rp 772,46 miliar hingga September 2018. Jumlah tersebut turun sebesar 14,8{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari periode September 2017 yang senilai Rp 906,61 miliar.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan