Bursa Asia tertekan data ekonomi yang memburuk dan pemangkasan proyeksi IMF

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Asia menurun pada awal perdagangan pagi ini. Rabu (23/1) pukul 8.24 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,53{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 20.514. Indeks Hang Seng juga turun 0,46{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 26.879.

Indeks Taiex terkoreksi 0,35{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 9,860 dan ASX 200 turun 0,16{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 5.849. Indeks Straits Times turun 0,43{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 3.179 dan FTSE Malaysia melorot 1,23{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 1.681. Hanya indeks Kospi yang menguat tipis 0,08{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 2.119 paga pagi ini.

Financial Times melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump menolak penawaran China untuk pembicaraan persiapan perdagangan pekan ini menjelang negosiasi level tinggi yang dijadwalkan pekan depan. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyangkal laporan ini.

Meski pernyataan Kudlow sedikit menenangkan pasar saham AS, investor masih menimbang hubungan dagang AS-China sebagai salah satu risiko yang patut dicermati.

Data ekonomi yang muncul sejak awal pekan ini turut menyebabkan kesuraman pasar saham. Perlambatan pertumbuhan ekonomi China, ekspor impor Jepang dan Korea Selatan yang turun serta penjualan rumah AS yang melorot 6,4{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} bulan Desember menjadi sentimen negatif bursa saham.

Ditambah lagi, IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. Ini adalah revisi turun kedua setelah revisi Oktober lalu. “Data ekonomi lemah dan shutdown AS masih menjadi sentimen negatif ekonomi,” kata Shuji Shirota, head of macro economics strategy HSBC Securities kepada Reuters.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan