Cuaca dingin panaskan harga gas alam

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah melemahnya harga minyak dunia, harga komoditas energi gas alam malah menguat. Naiknya harga gas alam sendiri didukung cuaca yang dingin.

Mengutip Bloomberg, Kamis (17/1) pukul 17.50 WIB, harga gas alam di New York Mercantile Exchange untuk kontrak pengiriman Februari 2019 tercatat menguat 4,14{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} menjadi US$ 3,52 per mmbtu. Sepekan, harga gas alam naik tajam 18,9{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari US$ 2,96 per mmbtu.

Analis Asia Tradepoint Future Andri Hardianto menilai dari segi fundamental, kondisi cuaca yang dingin memungkinkan permintaan gas alam meningkat. Itulah mengapa harga gas alam terkerek naik dari hari sebelumnya. Tak hanya itu, ekspor gas alam Amerika Serikat ke Meksiko pun masih naik.

“Meksiko merupakan pasar tradisional minyak dunia dan gas alam. Karena kondisi geografis yang dekat sehingga penyaluran ekspor sangat mudah. AS juga ekspor ke Korea dan Jepang juga, hanya saja, permintaan Meksiko cukup tinggi,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (17/1).

Disamping penggunaan gas alam di beberapa negara meningkat, permintaan China sebagai negara komoditas terbesar juga besar. “Saat ini, kondisi cuaca di China dan Eropa masih dingin. Sehingga sektor rumah tangga masih membutuhkan gas alam lebih banyak. Setidaknya sampai kuartal II-2019,” imbuhnya.

Hanya saja, data persediaan gas alam akan dirilis, nanti malam. Penarikan gas alam diproyeksikan tidak besar yaitu sekitar 73 miliar kaki kubik. Sedangkan minggu lalu penarikan mencapai 91 miliar kaki kubik. “Kalau nanti malam data penarikan diatas 73 miliar kaki kubik maka harga gas alam masih akan naik, sebaliknya, kalau di bawah ya harga turun,” tandas Andri lagi.

Kendati demikian, Andri meyakini, harga gas alam masih dalam tren yang menguat. Besok, ia memperkirakan harga gas alam berada di rentang US$ 3,63 sampai US$ 3,37 per mmbtu. Sedangkan sepekan di rentang US$ 3,12 per mmbtu sampai US$ 3,84 per mmbtu.

Secara teknikal, harga berada di atas garis MA 50 dan 100, sementara dibawah garis MA 200. Ini mengindikasi masih akan ada hadangan secara teknikal dimana ada potensi harga turun. Sementara indikator RSI berada di area 14 yang menunjukkan potensi menguat, lalu indikator stochastic di level 40,5 untuk jual, dan MACD di level positif 0,08. Ia masih merekomendasikan buy.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Komarul Hidayat

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan