Data ekonomi positif, dollar Australia melemah terhadap yen

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbaikan data-data ekonomi belum mampu mendongkrak dollar Australia di hadapan yen Jepang. Potensi koreksi di atas kertas masih menghantui mata uang negeri Kangguru tersebut.

Mengutip Bloomberg, Kamis (24/1) pukul 17.00 WIB, pasangan AUD/JPY melemah 0,49{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level 77,88.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menyampaikan, dollar Australia sebenarnya punya modal berharga dari membaiknya sejumlah data ekonomi negara tersebut.

Biro Statistik Australia mencatat, data pertumbuhan tenaga kerja di bulan Desember 2018 bertambah 21.600 pekerja atau melampaui prediksi konsensus sebesar 17.300 pekerja. Begitu pula dengan tingkat pengangguran di Australia pada bulan lalu yang turun menjadi 5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Selain itu, data estimasi PMI sektor manufaktur Australia pada bulan lalu juga naik ke level 54,3.

Hanya saja, hasil positif tersebut tak terlalu dilirik lantaran para pelaku pasar khawatir terhadap keputusan salah satu bank terbesar di Australia, yakni National Australia Bank, yang menaikkan suku bunga kredit.

Kenaikan bunga kredit disinyalir akan menghambat kinerja sektor properti di Australia. “Padahal sektor properti menjadi salah satu penyumbang PDB terbesar Australia,” kata Andri, Kamis (24/1).

Di sisi lain, keputusan Bank of Japan yang kembali menahan suku bunga acuan sudah diprediksi oleh para pelaku pasar. Posisi yen juga masih aman kendati BoJ memangkas target inflasi di negara tersebut.

Ke depan, para pelaku pasar juga akan terus mencermati perkembangan perundingan dagang antara AS dan China. Perundingan ini punya pengaruh signifikan terhadap pergerakan dollar Australia mengingat China merupakan salah satu mitra dagang Australia.

Secara garis besar, dollar Australia akan sangat dirugikan jika perang dagang kembali memanas. Sebab, efek perang dagang sudah mulai merambat ke perekonomian negara tersebut. “Ada kemungkinan suku bunga acuan Australia turun lebih cepat karena Bank Sentral Australia cukup dovish di tahun ini,” ungkapnya.

Dari sisi teknikal, pasangan AUD/JPY bergerak di area MA50, MA100, dan MA100 yang mana ketiganya menunjukkan tekanan jual. Indikator RSI dan MACD juga mengindikasikan sinyal jual masing-masing di level 44,7 dan -0,36. Hanya stochastic yang memberi sinyal netral di level 49.

Andri merekomendasikan pasangan ini sell jika sudah mencapai level 77,50. Support pasangan AUD/JPY diperkirakan berada di level 77,82 – 77,74 – 77,70 sedangkan untuk resistance ada di area 77,93 – 77,98 – 78,05.

Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan