Didominasi sentimen eksternal, analis memprediksi pelemahan IHSG akan berlanjut esok

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,39 poin atau 0,27{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level 6.451 di akhir perdagangan Rabu (23/1). Untuk perdagangan besok, IHSG diperkirakan masih akan melemah.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan IHSG melemah di akhir perdagangan Rabu (23/1) akibat sentimen dari pelemahan harga komoditas dunia. 

Selain itu, sentimen dari batalnya pertemuan antara AS dengan China untuk membahas negosiasi perdagangan, ketidakpastian arah Brexit, perlambatan perekonomian AS, resesi perekonomian Jepang, serta turunnya pertumbuhan ekonomi China turut menghambat gerak IHSG. “Di sisi lain, sentimen positif dari dalam negeri masih minim,” kata Nafan, Rabu (23/1).

Untuk perdagangan Kamis (24/1) besok, sentimen masih akan didominasi dari sisi eksternal mengingat minimnya sentimen kuat yang bisa mempengaruhi dari dalam negeri. 
Selain itu secara teknikal, berdasarkan indikator, MACD masih berada di area positif. Namun demikian, stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli.

Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support. Adapun rentang IHSG diperkirakan pada kisaran support 6.439 dan resistance 6.473.

Mino, Analis Indo Premier Sekuritas mengungkapkan melemahnya indeks perdagangan hari ini dipengaruhi oleh bursa global, seiring dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF. Sementara dari sisi internal dikarenakan berlanjutnya aksi profit taking di sektor perbankan.

Meskipun begitu, Mino memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan besok dengan sentimen eksternal perkembangan indeks bursa global seiring dimulainya musim laporan keuangan dan harga komoditas. 

Di dalam negeri, laporan keuangan emiten yang mulai dirilis dan pergerakan rupiah. Adapun rentang level support dan resistance pada kisaran 6.420-6.485.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan