Dollar Australia melemah terhadap poundsterling, analis sarankan buy on dips

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dollar Australia masih dalam posisi tertekan terhadap poundsterling kendati data-data ekonomi negara tersebut cukup positif.

Kamis (24/1) pukul 17.30 WIB, data Bloomberg menunjukkan, pasangan GBP/AUD menguat 0,43{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level 1,8376.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, dollar Australia tengah dihantam sentimen negatif setelah National Australia Bank, salah satu bank terbesar di negara tersebut menaikkan suku bunga kredit mengikuti bank-bank besar lainnya.

Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pelaku pasar bahwa permintaan terhadap sektor properti Australia akan melambat. Sektor properti memang dikenal sebagai salah satu andalan Australia dalam mendongkrak pertumbuhan ekonominya.

Di sisi lain, sejumlah data ekonomi Australia memperlihatkan hasil positif. Misalnya, data pertumbuhan tenaga kerja di bulan Desember yang bertambah 21.600 pekerja alias lebih baik dari prediksi konsensus sebesar 17.300 pekerja.

Walau hasilnya positif, Faisyal menilai pertumbuhan tenaga kerja Australia sebenarnya tengah mengalami perlambatan. Sebab, di November lalu jumlah tenaga kerja di negara tersebut naik 39.000 pekerja.

“Para pelaku pasar akhirnya mengabaikan data-data Australia,” kata dia, Kamis (24/1).

Sementara itu, poundsterling mendapat angin segar setelah kemungkinan batas waktu Brexit dapat diperpanjang. Semula, Inggris punya tenggat waktu hingga 29 Maret mendatang untuk menyelesaikan segala urusan terkait Brexit.

“Perpanjangan Brexit hanya bisa diberikan jika Uni Eropa mengizinkannya,” tutur Faisyal.

Sebelumnya, proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May ditolak oleh parlemen Inggris ketika pelaksanaan voting pada 15 Januari silam.

Di luar isu Brexit, Faisyal menilai, belum ada data-data ekonomi yang berpengaruh signifikan terhadap pergerakan pasangan GBP/AUD untuk saat ini.

Secara teknikal, pasangan GBP/AUD bergerak di atas MA50, MA100, dan MA200. Indikator MACD berada di level 0,0099 sedangkan RSI dan stochastic masing-masing bergerak di level 77,56 dan 82,87.

Faisyal menyarankan investor untuk buy on dips pasangan ini lantaran masih ada potensi kenaikan terbatas di tengah indikator RSI yang sudah memasuki area jenuh beli.

Dia juga menyebut, pasangan GBP/AUD akan bergerak di area support 1,8250-1,8160-1,8060 dan resistance 1,8450-1,8535- 1,8630.

Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan