Fundamental makro menarik, net buy asing diprediksi akan berlanjut hingga akhir 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Investor asing mencetak penjualan bersih sebesar Rp 142,33 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu (23/1). Meski begitu, sejak awal tahun hingga saat ini (year to date) investor asing telah membukukan pembelian bersih lebih dari Rp 10,82 triliun. Hingga akhir tahun ini, investor asing diperkirakan akan mencatat pembelian bersih di pasar modal.

Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan mengatakan berlanjutnya pembelian asing hingga akhir tahun didukung oleh fundamental yang membuat asing tertarik secara makro. Meliputi pergerakan rupiah di awal tahun yang bergerak cukup bagus dari kisaran Rp 14.450-an menuju Rp 14.000-an.

Daya tahan terhadap inflasi juga cukup kuat dengan kisaran inflasi sebesar 3{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} serta pertumbuhan ekonomi tahun ini konsensus pasar lebih tinggi dibanding 2018. “Kondisi ini masih bisa menjadi daya tarik yang signifikan bagi asing untuk masuk,” kata Alfred, Rabu (23/1).

Selain itu, dari global didukung oleh The Fed yang tahun ini tidak akan agresif. Dari sisi isu perang dagang juga mulai mereda, sehingga situasi menjadi kondusif untuk negara-negara emerging market, yang dibuktikan hampir semuanya mengalami penguatan mata uang. “Kedua hal itu, baik dalam maupun dari luar yang menjadi pertimbangan asing kembali masuk. Dana Rp 10 triliun sudah cukup signifikan dan massive,” ungkapnya.

Meski begitu, analis tak bisa memperkirakan jumlah dana yang masuk ke pasar modal hingga akhir tahun ini mengingat volatilitas dana asing masuk dan keluar cukup tinggi. Faktor yang mendorong keluar masuknya asing adalah tingkat pertumbuhan emiten yang cukup baik hingga double digit. 

Tahun lalu pertumbuhan emiten dari sisi  laba meningkat 12{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}, dan tahun ini ditargetkan bisa bertumbuh 15{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Net interest margin perbankan juga rata-rata 5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}-6{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}, sedangkan di AS hanya sekitar 25{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}-3{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Hal-hal tersebut sulit didapat di negara lain, sehingga menjadi daya tarik. Terkai dengan tahun politik tidak menjadi permasalahan, mengingat secara historis cukup baik sebab pemilu selalu berlangsung aman dan damai. 

“Ketidakstabilan fundamental, seperti pergerakan rupiah yang goyah bisa memicu asing keluar. Kembali ke stabilitas, bagaimana investor asing itu percaya, nyaman dan betah,” ujar Alfred.

Untuk jumlah trading value asing masih di kisaran 32{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} year to date. Menurut Alfred, investor domestik proporsinya mulai membesar. Institusi seperti Dana pensiun (Dapen) dan asuransi juga semakin meningkatkan portofolio investasi mereka.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan