GBP/JPY terkoreksi, perkembangan perundingan Brexit masih jadi pendorong utama

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah rilis data Inggris yang terbilang positif, sepertinya tak mampu mendulang GBP/JPY. Mengutip Bloomberg pada Selasa (22/1) pukul 21.30 WIB padanan mata uang GBP/JPY ditutup melemah 0,01{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di level 141.373.

Padahal rilis data average earning index (AEI) atau rilis pendapatan pekerja Inggris dalam tiga bulan terakhir mencapai hasil yang positif yakni 3,4{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Angka ini di atas prediksi sebelumnya 3,3{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

“Brexit masih menjadi sentimen kuat pelemahan GBP/JPY,” kata Analis Global Kapital Investama, Nizar Hilmy kepada Kontan, Selasa (22/1). 

Pasalnya tidak ada unsur kebaruan dalam pidato Perdana Menteri Inggris, Theresa May terkait Brexit.

May menyatakan akan melakukan plan B atau rencana cadangan melalui voting lanjutan untuk kedua kalinya. Nizar menilai masih ada kemungkinan Brexit terombang-ambing pada voting selanjutnya. Bahkan tidak menuntut kemungkinan nantinya akan diadakan pemilu Brexit lewat masyarakat Inggris.

“Belum ada sentimen positif global ini masih bearish,” tutur Nizar. 

Jika ada sentimen postitif Brexit dan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China maka GBP/JPY bisa menguat. Sementara dari Jepang belum ada rilis yang begitu pengaruh terhadap pasangan mata uang.

Nizar memproyeksikan ke depan masih ada potensi bullish. Karena dalam sesi terakhir saham global naik masih dalam tren positif.

Namun pada perdagangan Rabu (23/1) ia merekomendasikan sell on resistance pada GBP/JPY. Sebab Brexit masih terus mengancam setidaknya sampai kuartal I-2019.

Adapun rentang pergerakan pasangan mata uang ini akan berada di level support 139.800-140.600. Sedangkan resistance-nya di level 142.200-142.900

Ia melihat secara teknikal moving average (MA) 50, MA 10, dan MA 200 berada di bawah garis. Tetapi terjadi persilangan antara MA 10 dan MA 25 menandakan bullish yang mendekat naik di MA 50.

Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih di level negatif 0,25. Relative streght index (RSI) 14 di atas 50 tepatnya di level 54. Terakhir stockhastic bergerak ke atas 80 yakni di level 84.

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan