Harga minyak merambat naik meski ada kekhawatiran perlambatan ekonomi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak pagi ini melanjutkan kenaikan. Selasa (22/1) pukul 7.22 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 53,97 per barel.

Harga minyak ini naik 0,31{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} jika dibandingkan dengan harga penutupan pasar Eropa semalam pada US$ 53,80 per barel, yang juga merupakan harga penutupan Jumat pekan lalu. Kemarin, pasar Amerika Serikat (AS) tutup hari libur Martin Luther King.

Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2019 di ICE Futures ditutup menguat tipis 0,06{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level US$ 62,74 per barel dari penutupan hari sebelumnya US$ 62,70 per barel.

“Kenaikan pasar saham merupakan salah satu sebab kenaikan harga minyak. Ada juga anggapan bahwa rencana kesepakatan pemangkasan produksi OPEC+ akan cukup untuk menyeimbangkan pasar minyak,” kata PVM Oil Associates dalam catatan yang dikutip Reuters.

Ada kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi bisa memengaruhi permintaan minyak. Sejumlah pengamat pun memperkirakan bahwa pemangkasan produksi OPEC+ tidak akan cukup untuk mengimbangi penurunan permintaan.

“Harga minyak rata-rata brent tahun ini akan berkisar di bawah US$ 70 per barel. Saya memperkirakan, pasar minyak akan mengetat di tahun 2020,” kata Warren Patterson, comoodities strategist ING.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan