Harga minyak turun tipis setelah mencapai level tertinggi sejak November 2018

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak tergerus setelah akhir pekan lalu menyentuh level tertinggi sejak 23 November 2018. Senin (21/1) pukul 7.16 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 53,39 per barel, turun 0,76{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} jika dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu US$ 53,80 per barel.

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2018 di ICE Futures pun turun 0,66{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level US$ 62,28 per barel. Harga minyak acuan internasional ini turun dari US$ 62,70 per barel akhir pekan lalu, yang merupakan level harga tertinggi sejak 23 November 2018.

Dalam laporan bulanan, OPEC menurunkan prediksi permintaan minyak tahun ini menjadi 30,83 juta barel per hari. Angka ini berkurang 910.000 barel per hari jika dibandingkan dengan rata-rata permintaan tahun lalu. OPEC mengungkapkan bahwa produksi minyak para pengekspor minyak ini turun 751.000 barel per hari pada bulan Desember.

Meski ada penurunan produksi di OPEC, pasokan minyak global masih besar. Reuters melaporkan bahwa produksi minyak Amerika Serikat (AS) mendekati 12 juta barel per hari pada pekan lalu. Sejumlah trader dan investor memperkirakan, kenaikan pasokan berpotensi melebihi permintaan pada tahun ini.

“Hal ini akan memberatkan pasar minyak setidaknya hingga ada informasi baru,” kata Thomas Saal, senior vice president INTL Hencorp Futures kepada Reuters. Dia melihat, investor sebenarnya sudah memperkirakan adanya kenaikan produksi minyak AS.

Prediksi ini menyebabkan penurunan harga tidak terlalu tajam. Data Energy Information Administration menunjukkan bahwa produksi minyak naik 2,4 juta barel per hari jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu. Sedangkan persediaan minyak mentah dan produk olahan minyak terus naik.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan