Harga SUN bertenor menengah dan panjang berpotensi naik

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Rabu (23/1) berpotensi akan bergerak secara beragam.

I Made Adi Saputra Analis Fixed Income MNC Sekuritas mengatakan berbagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan SUN hari ini. Pertama, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Rabu (23/1) pukul 10.14 WIB, rupiah menguat 0,25{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 14.185 per dollar AS.

Kedua, respons pelaku pasar pada pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mengatakan ekonomi global diproyeksikan akan melambat. Christine Lagarde memberikan pernyataan bahwa ekonomi global akan tumbuh 3,5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} pada 2019, lebih lambat dibandingkan proyeksi yang dibuat Oktober 2018 yaitu 3,7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Ketiga, hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (22/1) yang positif. “Pergerakan SUN hari ini tetapi akan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal,” kata Made dalam riset, Rabu (23/1).

Made memproyeksikan harga SUN hari ini masih berpeluang untuk naik, terutama pada Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor di atas 7 tahun.

Maka, Made menyarankan investor untuk mencermati beberapa seri SUN dan melakukan strategi trading untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga tersebut.

Beberapa seri SUN yang perlu dicermati adalah FR0053, FR0069, FR0061, FR0070, FR0067 dan FR0065.

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan