Harga SUN diprediksi bergerak bervariasi, ini penyebabnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan masih akan bergerak dengan arah yang bervariasi pada perdagangan Kamis (25/10). Hal ini mengingat beragamnya sentimen yang terjadi di pasar sekunder.

Peluang kenaikan harga SUN di pasar sekunder akan didukung oleh pergerakan imbal hasil surat utang global yang menunjukkan penurunan. Hanya saja, peningkatan persepsi risiko yang dipengaruhi oleh koreksi di pasar saham global akan membatasi kenaikan harga SUN.

Pergerakan harga SUN juga mendapat katalis positif dari pergerakan nilai tukar rupiah yang relatif terjaga dalam beberapa hari terakhir. “Investor pada hari ini juga masih akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa,” tambah Analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra dalam riset, hari ini.

Sebelumnya, harga SUN cenderung mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (24/10) lalu seiring dengan tren kenaikan harga surat utang global di tengah gejolak yang terjadi di pasar saham AS.

Harga SUN bertenor pendek mengalami kenaikan hingga 20 bps yang mendorong terjadinya penurunan imbal hasil berkisar antara 2—6 bps. Harga SUN bertenor menengah mengalami kenaikan antara 5 bps hingga 15 bps yang berdampak pada penurunan imbal hasil hingga 4 bps. Adapun harga SUN bertenor panjang cenderung mengalami kenaikan hingga 70 bps yang mendorong penurunan imbal hasil antara 1—12 bps.

Kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin secara teknikal telah mendukung adanya sinyal tren kenaikan harga SUN dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka menengah dan panjang, harga SUN masih menunjukkan tren penurunan harga.

Made pun masih merekomendasikan SUN bertenor pendek dan menengah yang menawarakan imbal hasil yang menarik dan risiko fluktuasi harga yang lebih rendah ketimbang SUN bertenor panjang. Beberapa seri yang dapat dijadikan pilihan pada perdagangan hari ini antara lain ORI013, ORI014, SR008, SR009, FR0069, FR0053, FR0061, FR0035, FR0043, FR0063, FR0070, FR0056 dan FR0042.

Reporter: Dimas Andi
Editor: Narita

Reporter: Dimas Andi
Editor: Narita

SURAT UTANG NEGARA (SUN)