IHSG dibayangi aksi profit taking perdagangan akhir pekan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (18/1). Indeks turun 6,99 poin atau – 0,11 {97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level 6.416,79.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menyebut, IHSG mengalami koreksi wajar pada sesi I hari ini. Ia bilang, pada pagi tadi IHSG sempat mengalami penguatan karena mendapatkan respons positif dari penguatan bursa regional Asia.

Namun, Nafan mencatat, kemudian IHSG berbalik arah. Salah satunya, ini karena hari ini terjadi aksi profit taking.

Hal tersebut karena para pelaku pasar sudah menikmati profit gain yang maksimal. “Ini wajar. Memang, biasanya ada kecenderungan untuk profit taking pada Jumat,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (18/1).

Sebagai informasi, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 178,38 miliar di semua pasar pada sesi I hari ini.

Ia menambahkan, secara teknikal indikator menyatakan IHSG sudah jenuh beli. “Investor asing tercatat net sell pada sesi I ini,” katanya.

Nafan memprediksi, IHSG bisa berada di zona merah pada penutupan sesi II pada perdagangan Jumat (18/1)

Pada sesi I, volume perdagangan mencapai 6,47 miliar lot saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 4,26 triliun.

Frekuensi perdagangan saham sebesar 208.682 kali. Ada 198 saham yang menaik, 178 saham bergerak turun, dan 138 saham tidak bergerak.

Reporter: Aldo Fernando
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Aldo Fernando
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan