IHSG gagal melanjutkan reli di hari keenam (UPDATE 10.00 WIB)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hanya bertahan di zona hijau selama 25 menit, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi. IHSG gagal menguat di hari keenam setelah lima hari perdagangan sebelumnya menguat. Selasa (22/1) pukul 9.54 WIB, IHSG tergerus 0,39{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 6.425.

Penurunan tajam tampak pada tiga sektor, yakni sektor tambang yang melorot 1,41{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}, sektor infrastruktur 1,29{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dan sektor perkebunan 0,96{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Lima saham sektor tambang menduduki top losers indeks LQ45. Kelima saham ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways di range 6.411-6.485 pada perdagangan hari ini,” kata Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam riset pagi, Selasa (22/1).

Untuk perdagangan hari ini, menurut Edwin saham-saham berbasis CPO, logam, energi dan konsumer sangat menarik untuk dibeli. Secara khusus ia merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Japfa Tbk (JPFA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Sebagai informasi, IMF merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan bahwa pertumbuhan beberapa tahun ini kehilangan momentum. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di 2019 dan 3,6{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di 2020 atau lebih rendah masing-masing 0,2{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dan 0,1{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari perkiraan Oktober lalu yang merupakan revisi kedua dalam tiga bulan. IMF juga memperkirakan pertumbuhan emerging market 4,5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di 2019 lebih rendah dari 2018 yang 4,6{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} sebelum akhirnya bisa naik lagi 4,9{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di 2020.

Penurunan prediksi ini pula yang menekan bursa Asia ke zona merah pada perdagangan hari ini.

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan