Kebijakan DP 0 {97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} jadi sentimen positif saham perusahaan otomotif tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor otomotif telah mendulang hasil positif pada tahun lalu dengan pertumbuhan hampir 7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diuji dengan berlakunya ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} untuk pembiayaan kredit kendaraan bermotor tahun ini.

Analis, Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya menyatakan bahwa penjualan mobil masih akan tumbuh. Kenaikan penjualan mobil terutama akan didorong oleh DP 0{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dengan skema promo lainnya.

“Mobil secondary akan tumbuh dengan adanya DP 0{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6},” kata Analis, Indo Premier Sekuritas, Raditya Immanzah kepada Kontan, Jumat (18/1). Ia menambahkan secondary car dalam hal ini Low Multi Purpose Vehicle (MPV) akan cenderung lebih menarik terutama ditambah dengan harganya yang lebih murah dibanding segmen lain.

Tetapi, ini yang akan menjadi sentimen negatif terhadap penjualan sektor mobil primer seperti segmen Sport Utilitiy Vehicle (SUV). Karena DP 0{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} akan memberatkan produsen mengingat market SUV kalah saing dengan segmnen Low MPV.

Raditya menilai perusahaan multifanance dan konsumen perlu selektif. “Kalau saya cek semua multifanance bisa menerapkan DP 0{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dengan beberapa rekrutmen” katanya. Ia menambahkan, perlu diperhatikan apakah nantinya aturan ini dapat menjadi bumerang bagi produsen otomotif.

Pertama, Dalam skema pembayaran nantinya kendaraan bermotor dapat dicicil perbulan tanpa DP sesuai dengan tenor. Kedua cicilan tiga bulan pertama dianggap DP. Ketiga, sisa cicilan perbulan setelah DP dibayarkan di mana jumlahnya sudah termasuk tiga bulan tersebut.

“Lama poin DP dapat menjadi pendorong pilihan karna secara harga saya rasa tidak begitu pengaruh,” kata Raditya. Meskipun avanza belum wacana menaikan harga, ia menilai ada tendensi pada Maret atau pertengahan tahun ini harga bisa naik.

New Avanza diprediksi akan menjadi primadona pada tahun ini paling tidak sama dengan tahun lalu. Di mana memberikan kontribusi penjualan sampai 7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} pada 2018. Sebab, belum ada sinyal dari produsen lain untuk mengeluarkan produk baru.

Sejak mulai terlihatnya tanda stagnasi pergerakan harga komoditas dan kehkawatiran terhadap pertumbuhan makro tahun ini ASII masih berpotensi tumbuh. Sebab adanya rencana peluncuran produk baru Toyota Avanza pada kuartal I 2019. Per November 2018 Avanza masih mempertahankan posisinya sebagai mobil terlaris sepanjang tahun 2018.

Berdasarkan data Gaikindo November 2018 Toyota Avanza berada diurutan pertama dengan penjualan 6,933 unit. Kedua, Mistubisi Xpander meraih penjualan 5,094 unit. Ketiga, All New Suzuki Ertiga 2,288 unit.

Melirik mitsubisi ex pender pada awal tahun cukup agresif. Analis, MNC Sekuritas, Nurulita meneliti Mitsubishi Xpander telah mengambil pangsa pasar Toyota Avanza sekitar 30,58{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} menjadi 66.125 unit dari segmen Low MPV Oktober 2018.

Seperti yang bisa dilihat dari penjualan rata-rata per bulan di oktober 2018, Mitsubishi Penjualan Xpander menjual 6.613 unit per bulan. Sedangkan penjualan Toyota Avanza dengan 6.794 unit per bulan.

Namun, kata Raditya mejelang akhir tahun penjualannya mulai kendor. “Bukan karena kemauan Mitsubisi, tapi upaya utiulisasi di pabrik mereka sendiri,” kata Radithya. Di sisi lain untuk menyiasatinya pada tahun ini Mistubisi meningkatkan utility tahunannya sekita 120 unit.

Dalam sektor ini Raditya memilih PT Astra International Tbk. (ASII) sebagai emiten yang unggul tahun ini. Ia merekomendasikan beli saham ASII dengan target prise (TP) di level Rp 9.800 per lot. “Avanza masih positif meski ada pesaing seperti Mitsubis X-pander,” katanya (18/1).

Akhmad juga merekomendasikan beli saham ASII dengan TP Rp 9.120 per lot. Ia menilai Avanza masih merajai penjualan tahun ini. Sedangkan, Nurulita merekomandasikan hold saham ASII di level TP Rp 8.500 per lot.

Sepeda Motor

Sepeda motor sepertinya diuntungkan dengan adanya peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini. Sebab pada dasarnya sepeda motor sudah memiliki konsumen yang besar.

Kata Akhmad katalis utama sepeda motor adalah ekspektasi pertumbuhan penjualan ekspor yang akan menjadi pendorong penting untuk mencapai target penjualan 2019 tumbuh 4,8{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dibanding tahun lalu. Pada tahun ini pangsa pasar Astra khususnya Honda akan tetap merajai pasar sepeda motor.

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan