Mengikuti jejak bursa regional, IHSG terkoreksi 0,13{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di sesi I

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah menutup perdagangan sesi pertama, Selasa (29/1). Mengutip RTI, indeks terkoreksi 0,13{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} atau 8.228 poin ke level 6.450,48.

Tercatat 200 saham bergerak turun, 146 saham naik, dan 142 saham stagnan. Volume perdagangan pagi mencapai 6,8 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,85 triliun.

Enam dari 10 indeks sektoral menekan perdagangan. Sektor konstruksi paling dalam penurunannya 1,11{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Sedangkan, sektor barang konsumsi memimpin penguatan 0,56{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Meski demikian, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 17,493 miliar di pasar reguler. Sementara net buy asing keseluruhan pasar mencapai Rp 530,940 miliar.

Saham-saham top losers LQ45 antara lain:

– PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 3,98{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 845

– PT PP (Persero) Tbk (PTPP) turun 3,95{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 2.190

– PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 3,79{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 6.975

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain:

– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) naik 3,11{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 2.320

– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 2,80{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 294

– PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 1,64{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 20.125

Memerahnya IHSG mengikuti jejak pasar regional yang terkoreksi menyusul kasus Huawei. Setelah, Amerika Serikat (AS) menuduh kepala keuangan dan dua afiliasi perusahaan teknologi China, Huawei Technologies Co Ltd melakukan penipuan perbankan .

Kondisi ini memudarkan harapan adanya kesepakatan perundingan dagang antara Washington dan Beijing pada pertemuan pekan ini.

Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan