Pembukaan rekening efek online berjalan tiga tahun, ini target KSEI selanjutnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pembukaan rekening efek bisa dilakukan tanpa tatap muka atawa online pada kuartal kedua tahun ini. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari simplifikasi pembukaan rekening efek yang telah dikembangkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Simplifikasi pembukaan rekening efek ini dilakukan agar pasar modal Tanah Air semakin dibanjiri oleh investor baru. Asal tahu saja, saat ini jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui nomor tunggal identitas investor atau single investor identification (SID) yang diterbitkan oleh KSEI baru mencapai 1,61 juta orang. Diharapkan pada akhir tahun ini jumlah tersebut bisa bertambah hingga mencapai 2,5 juta orang.

Direktur KSEI Alec Syafruddin mengatakan, simplifikasi pembukaan rekening efek oleh KSEI sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu sebagai proyek percobaan atau pilot project yang melibatkan sejumlah perusahaan efek dan bank administrator rekening dana nasabah (RDN). Mandiri Sekuritas dan Trimegah Sekuritas merupakan perusahaan efek yang sejak awal terlibat pilot project ini bersama dengan Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku bank RDN.

“Karena terkait dengan perbankan pada pilot project ini kami kaji juga peraturan-peraturan yang terkait baik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perbankan maupun pasar modal, paralel dengan itu di sisi perusahaan efek dan bank disiapkan sistemnya,” kata Alec kepada Kontan.co.id pada Senin (28/1).

Menurut Alec, pada awalnya pilot project simplifikasi pembukaan rekening efek ini belum sepenuhnya terdigitalisasi karena masih membutuhkan formulir fisik yang harus diisi oleh calon investor. Walaupun begitu, proses pembukaan rekening efek berhasil dilakukan hanya dengan waktu kurang dari satu jam. Asal tahu saja, sebelum adanya simplifikasi, pembukaan rekening efek melalui perusahaan efek membutuhkan waktu hingga dua pekan atau 14 hari.

“Kemudian ada Indo Premier Sekuritas yang ikut pilot project kami belakangan, pada Oktober 2018 mereka berhasil me-launching pembukaan rekening efek yang sepenuhnya dilakukan secara digital atau online,” ungkap Alec.

Indo Premier Sekuritas pada 23 Oktober 2018 berhasil meluncurkan pembukaan rekening efek secara online yang bekerja sama dengan Bank Permata selaku bank RDN. Untuk membuka rekening efek melalui Indo Premier Sekuritas, calon investor cukup melakukan registrasi secara digital dengan mengunduh terlebih dahulu aplikasi IPOTGO dan IPOTPAY milik IndoPremier di ponsel pintar, memasukkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, mengunggah foto diri dengan memegang KTP elektronik dan foto spesimen tanda tangan. Dalam waktu kurang dari satu jam, nasabah akan mendapatkan rekening efek sebagai rekening transaksi, sub rekening efek (SRE) sebagai rekening penyimpanan efek, nomor SID, serta RDN.

Lebih lanjut Alec mengatakan perusahaan efek dan bank administrator RDN yang terlibat dalam pilot project simplifikasi pembukaan rekening efek oleh KSEI telah siap sepenuhnya untuk mengimplementasikan pembukaan rekening efek secara online pada kuartal kedua tahun ini. “Sudah tinggal jalan saja, tinggal menunggu aturan OJK yang akan dituangkan dalam Surat Edaran OJK (SE OJK), untuk Indo Premier Sekuritas saat ini mereka sedang sesuaikan lagi simplifikasi pembukaan rekening efek agar sejalan dengan SE OJK tersebut,” kata dia.

Sementara itu Direktur Trimegah Sekuritas Syafriandi Armand Saleh mengatakan, pihaknya siap untuk mengimplementasikan pembukaan rekening efek secara online pada kuartal kedua tahun ini seperti yang disebutkan sebelumnya oleh BEI. Ia yakin lantaran selama terlibat dalam pilot project yang diinisiasi oleh KSEI pada tahun 2016 tidak pernah menemui kendala yang berarti.

“Alhamdulillah aman terkendali sejak launching yang dilakukan bersama dengan BRI pada November 2016 lalu, pada kesempatan launching tersebut dilakukan live demo, real client dan real account terbentuk dalam waktu 18 menit, service level agreement (SLA) yang kami targetkan 30 menit,” kata dia.

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan