Penguatan komoditas metal mendorong kinerja Aneka Tambang (ANTM)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Analis BNI Sekuritas, Dessy Lapagu mengatakan dari sisi harga komoditas ia melihat harga emas dan nikel masih akan menguat pada tahun ini. Hal ini akan memberi efek positif terhadap pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). 

Ia menambahkan tren penguatan komoditas metal akan sejalan dengan penguatan komoditas batu bara serta dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sampai akhir tahun.

Mengutip Bloomberg harga emas global stabil pada bulan ini sampai sekarang dengan rentang harga berada di kisaran US$1.281-US$ 1.294 per ons troi. Sementara harga nikel menguat 1,1{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} di rentang US$ 11.110-US$ 11.820 per ton pada periode sama.

Dessy berpendapat dari sisi fundamental ANTM akan melanjutkan pengutannya. Pendapatan ANTM akan disokong dari kenaikan volume penjualan nikel dan feronikel bersamaan dengan pertumbuhan permintaan.

Secara jangka panjang potensi permintaan dari industri baja yakni sektor otomotif dan baterai diprediksi akan mengangkat permintaan terhadap komoditas tersebut.

“Sampai akhir tahun ini masih optimis pendapatannya bisa tumbuh sampai 21,7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6},” tutur Dessy kepada Kontan.co,id, Senin (21/1). Adapun secara nominal, prediksi pendapatannya di akhir tahun ini mencapai Rp 25,1 triliun dibanding proyeksi tahun lalu yang sebesar Rp 20,6 triliun.

Ramalan Dessy tahun ini memang tidak sebesar tahun lalu. Pasalnya sampai akhir tahun lalu proyeksinya sekitar 62,8{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari pendapatan tahun 2017 yakni Rp12,65 triliun. Sebab meski tahun ini dollar AS akan menguat, tapi agresifitas The Fed tidak setinggi tahun lalu.

Ia menambahkan perayaan imlek tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap permintaan emas ANTM. Dessy merekomendasikan beli saham ANTM dengan target price (TP) sampai dengan akhir tahun di level Rp 1.120 per saham.

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Tendi

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Tendi
Video Pilihan