Rupiah masih bertahan di sekitar Rp 14.100 per dollar AS

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Potensi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang meredup akibat government shutdown membuat rupiah kembali perkasa. Kemarin, kurs spot rupiah menguat 0,13{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 14.170 per dollar AS. Serupa, kurs tengah Bank Indonesia (BI) menanjak 0,33{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 14.141 per dollar AS.

Analis Global Kapital Investama Nizar Hilmy menjelaskan, government shutdown yang telah berjalan 33 hari membuat investor global mulai khawatir dengan ekonomi Negeri Paman Sam itu. Sejauh ini belum ada tanda-tanda shutdown AS akan berakhir

“Ini membuat potensi ekonomi AS di kuartal I-2019 suram dan dollar AS melemah,” jelas Nizar. Hal ini juga membuat Federal Reserve sulit kembali mengerek suku bunga acuan di tahun ini.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Puteri menambahkan, kekuatan rupiah juga datang dari kepercayaan investor asing di pasar domestik. Terlebih Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sudah menyatakan saat ini kondisi ekonomi dalam negeri stabil. Ini sentimen positif bagi rupiah, karena menarik investor untuk tetap bertahan, jelas dia.

Karena itu, Reny memprediksi rupiah hari ini bergerak moderat pada kisaran Rp 14.120–Rp 14.185 per dollar AS. Sedangkan Nizar memperkirakan, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp 14.100–Rp 14.200 per dollar AS.

Reporter: Amalia Fitri, Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan