Rupiah menguat tipis di akhir pekan ini, berikut pendorongnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pekan ini rupiah terapresiasi. Mengutip Bloomberg pada Jumat (25/1), rupiah ada di level Rp 14.093 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,54{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari sehari sebelumnya. Selama sepekan, rupiah menguat 0,59{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ada di level Rp 14.163 per dollar AS, terkoreksi 0,15{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dibanding sehari sebelumnya yang ada di level Rp 14.141 per dollar AS. Selama sepekan, rupiah di kurs tengah BI menguat 0,13{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai ada dua hal yang telah mengapresiasi rupiah selama sepekan. “Rupiah cukup terpengaruh terhadap shutdown-nya pemerintah AS dan gejolak Brexit,” kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (25/1).

Pemerintah AS nampaknya sudah terlalu lama beristirahat. Jika dihitung sampai dengan hari ini sudah 34 hari mereka shutdown. Menurut Ibrahim, ini pula yang membuat sejumlah data yang dirilis memburuk, kemudian indeks dollar AS melemah terhadap beberapa negara.

Perdana Menteri Inggris Theresa May pada pidatonya beberapa waktu lalu mengeluarkan opsi rencana cadangan (plan B). Yakni memutuskan melakukan voting untuk kedua kalinya. Ketidakpastian inilah yang membuat investor berpindah arah ke negera emerging market.

“Ketidakpastian Brexit dan shutdown perintahan AS akan kembali membuat rupiah bullish,” katanya.

Ibrahim meramal rupiah pekan depan masih dalam posisi bullish. Adapun pergerakan rupiah sepekan ke depan berada di kisaran Rp 14.050-Rp 14.155 per dollar AS.

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan