Rupiah tertekan aksi tunggu rapat FOMC

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hingga menanti hasil pertemuan FOMC Meeting pada dini hari besok, pergerakan rupiah, Rabu (30/1) tercatat melemah.

Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah tercatat melemah 0,26{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke Rp 14.131 per dollar AS. Senada, di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah juga tercatat melemah 0,10{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke 14.112 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan, rupiah melemah karena pelaku pasar sedang menanti kepastian hasil FOMC meeting. “Banyak kabar beredar hasil yang FOMC meeting sampaikan bisa tidak terduga, meski sebagian besar pelaku pasa sudah mengantisipasi bahwa langkah The Fed cenderung dovish,” kata Yudi, Rabu (30/1). Selama pertemuan FOMC meeting belum menghasilkan pernyataan, tekanan rupiah masih bisa terjadi.

Selain itu, perkemabangan hubungan dagang AS dan China juga masih menimbulkan ketidakpastian. Belum diketahui pasti apa yang akan kedua negara tersebut lakukan dengan aktivitas perdagangannya, hal ini menurut Yudi bisa menekan aset berisiko termasuk rupiah.

Secara teknikal baik harian maupun mingguan, Yudi melihat tren pergerakan rupiah masih cenderung turun selama harga berada di atas Rp 14.000 per dollar AS. Jika rupiah berhasil tembus ke bawah Rp 14.000 per dollar AS, penguatan rupiah baru bisa berlanjut.

Kamis (31/1) Yudi memproyeksikan pelaku pasar masih cenderung wait and see. Jika benar The Fed masih cenderung dovish, maka bisa mendorong rupiah menguat. Yudi memasang rentang yang cukup jauh di Rp 14.000 per dollar AS hingga Rp 14.200 per dollar AS.

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan