Safe haven jadi pilihan, rupiah tertahan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perlambatan ekonomi China menyeret rupiah. Kemarin, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,35{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} jadi Rp 14.227 per dollar Amerika Serikat (AS). Setali tiga uang, kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga terkoreksi 0,21{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} ke level Rp 14.212 per dollar AS.

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, katalis utama datang dari pertumbuhan ekonomi China 2018 yang hanya sebesar 6,6{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}. Angka ini menjadi pertumbuhan ekonomi China terendah sejak 1990. “Hasil ini membuat mata uang di Asia melemah, termasuk rupiah,” kata dia, kemarin.

Belum adanya kepastian kapan government shutdown di AS selesai juga membuat investor cenderung melirik aset safe haven. Yang banyak dipilih adalah dollar AS dan US Treasury.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, gejolak harga minyak diprediksi ikut mempengaruhi pergerakan rupiah. Jika harga emas hitam tersebut kembali melemah, hari ini mata uang Garuda berpotensi melanjutkan pelemahan.

Faisyal memperkirakan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.115–Rp 14.320 per dollar AS. Sementara Enrico memperkirakan, rupiah hari ini cenderung terkonsolidasi di kisaran Rp 14.080–Rp 14.280 per dollar AS, mengingat kemarin pasar AS libur memperingati Martin Luther King Day.

Reporter: Anna Suci Perwitasari, Yusuf Imam Santoso
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan