Sahamnya meroket 68{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}, direksi sebut fundamental BUMI kuat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam tiga pekan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) catatkan kenaikan saham hingga 68,93{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dan ditutup pada harga Rp 174 pada perdagangan Jumat (18/1). Direktur Independen BUMI Dileep Srivastava mengatakan, bahwa emiten itu memiliki fundamental yang kuat.

“BUMI pada dasarnya punya fundamental yang kuat dan tidak ada yang berubah secara material. BUMI diperdagangkan dengan price earning (PE) di bawah 3X, di saat rata rata PE sektor berkisar 5X hingga 12X, dan ini sangat undervalue,” kata Dileep kepada Kontan, Sabtu (19/1).

Merespon kenaikan saham yang hampir 70{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} sepanjang 2019, Dileep menilai itu sebagai perubahaan yang positif. Apalagi, tercapainya PE 3X hingga 4X karena emiten tersebut sudah mengubah US$ 2 miliar utang perusahaan dalam bentuk saham seharga RP 926,16 per saham pada 17 Desember 2018.

“Lebih dari 5X undervalued, dan ini benar benar merepresentasikan potensi untuk tumbuh tinggi lebih lanjut ke depan,” ungkapnya.

Dileep juga mengaskan, bahwa kondisi tersebut sekaligus untuk meyakinkan investor akan kondisi fundamental perusahaan tersebut. Itu semakin tercermin dari lonjakan harga saham yang terjadi saat ini.

Untuk 2019, BUMI menargetkan produksi batubara sebanyak 90 juta ton sepanjang tahun, dengan campuran kualitas yang ditingkatkan. Produksi terbanyak diperkirakan akan berasal Arutmin.

“BUMI juga sudah berinvestasi untuk kapasitas produksi tahunan sekitar 100 juta ton, sehingga capex yang dibutuhkan tahun ini tidak sigifikan, sekitar US$ 50 hingga US$ 60 juta yang ditujukan untuk pemeliharaan dan pengendalian,” tandasnya.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan