Simak saham pilihan sejumlah analis jelang rapat Federal Reserve berikut

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Federal Reserve akan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) hingga Rabu (30/1). Para pelaku pasar akan menunggu hasil rapat tersebut yang akan diumumkan pada Kamis (31/1) pagi. Analis memprediksikan, the Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya kali ini.

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi berpendapat, investor perlu wait and see menjelang pengumuman suku bunga acuan oleh the Fed. Namun, kata Rovandi, investor bisa buy on weakness saham yang valuasinya murah, seperti saham INDF, WOOD, KINO, dan ICBP.

“Karena sektor konsumer baru naik 1,7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dari awal tahun hingga jauh tertinggal dari IHSG yang sebesar 4,7{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6} dan sektor lainnya. Untuk sektor keuangan sudah overweight dan asing sudah masuk banyak sehingga rentan take profit dan sensitif terhadap isu suku bunga,” kata Rovandi kepada Kontan.co.id, Selasa (29/1).

Senada, analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memprediksi the Fed hampir dipastikan akan menahan suku bunganya di bulan ini. “Akan tetapi, yang membuat investor wait and see adalah penyampaian Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengenai kisi-kisi arah kebijakan the Fed di tahun 2019 ini,” ujar Valdy kepada Kontan.co.id, hari ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga berpendapat investor akan wait and see menjelang rapat FOMC. “Namun, jika hasil FOMC sudah diumumkan, apalagi the Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya, saya rasa semuanya akan kembali normal sehingga pergerakan pasar akan kembali bergairah,” kata Nafan.

Dengan perkiraan the Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,5{97e20e044193b0d2a238f1b15fb1e50874c581a19bbb778b66d53632017712d6}, Rovandi merekomendasikan saham-saham sektor konsumer dan sektor perdagangan untuk dicermati, sedangkan saham yang sebaiknya dihindari adalah saham di sektor keuangan.

Valdy merekomendasikan saham-saham bank yang tertekan hari ini (29/1). “Saham-saham itu menarik untuk dicermati. Pelemahannya diperkirakan masih berlanjut hingga rilis hasil FOMC. Ini bisa sebagai kesempatan bargain hunting. Selain itu, saham TLKM juga menarik karena mulai menunjukkan sinyal minor bullish reversal,” jelasnya.

Sementara, Nafan menyebut saham-saham yang menarik untuk dicermati oleh pelaku pasar, seperti saham di sektor keuangan, pertambangan, aneka industri, barang konsumsi, dan infrastruktur, dan jasa. “Saham-saham di sektor tersebut berpeluang mengalami penguatan,” katanya.

Nafan bilang, jika the Fed berpandangan hawkish atau memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga acuannya pada Januari ini. Pergerakan rupiah akan terdepresiasi dan juga akan membuat pergerakan indeks bursa relatif mengalami penurunan kembali.

Sedangkan, Rovandi menjelaskan, jika skenario kenaikan suku bunga terjadi, capital outflow akan terjadi dan bursa domestik akan terkena dampaknya, yakni potensi koreksi, terutama saham-saham Indeks LQ45.

“Ini karena investor asing paling banyak masuk ke saham-saham LQ45 sehingga jika the Fed menaikkan suku bunga, maka akan terjadi outflow dari saham. Dan yang pertama dijual tentu saham-saham likuid di LQ45,” kata Rovandi.

Menurut Valdy, pasar akan langsung bereaksi jika skenario kenaikan suku bunga oleh the Fed benar-benar terjadi pada Januari ini. Dengan begitu, Valdy bilang, profit taking akan kembali terjadi dengan nilainya yang signifikan.

“Dengan kondisi ekonomi global yang dibayangi kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, menaikkan suku bunga akan kontradiktif dengan upaya memulihkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Reporter: Aldo Fernando
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Aldo Fernando
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan